Penyebab Motor Sulit Dinyalakan, Apalagi Pas Pagi Hari dan Kena Hujan Bikin Stres, Ini Ternyata Harus Diganti - Motoride

Sabtu, 25 Maret 2023

Penyebab Motor Sulit Dinyalakan, Apalagi Pas Pagi Hari dan Kena Hujan Bikin Stres, Ini Ternyata Harus Diganti

 Motoride.id - Busi adalah salah satu komponen penting pada mesin motor yang berfungsi untuk menyalakan mesin. Walaupun ukurannya kecil, namun busi perlu dipantau secara berkala untuk menghindari berbagai masalah saat berkendara. 



Busi dipasang pada mesin pembakaran dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Fungsinya adalah membakar bensin yang telah dikompres oleh piston dan pembakaran busi akan menghasilkan percikan elektrik.

Namun, apabila busi mengalami kerusakan atau masalah, maka akan menimbulkan beberapa masalah. Berikut adalah beberapa tanda-tanda busi motor yang mengalami kerusakan:

1. Motor Sulit Dinyalakan

Apabila motor sulit dinyalakan, maka hal tersebut dapat menjadi pertanda kerusakan di bagian busi. Busi yang rusak tidak mampu menghasilkan percikan api yang cukup di ruang bakar, sehingga motor jadi sulit dinyalakan, baik dengan kick starter ataupun electric starter.

2. Tarikan Motor Kurang Responsif

Tarikan mesin yang kurang responsif juga bisa menjadi salah satu tanda busi mengalami kerusakan. Hal tersebut disebabkan adanya perubahan celah busi antara elektroda dan ground. Untuk menghindari masalah ini, busi perlu diganti secara berkala setiap 6.000 kilometer dengan menggunakan kode busi yang sesuai dengan motor.

3. Misfire

Misfire merupakan tanda kerusakan busi yang biasanya dirasakan ketika mesin motor berhenti sesaat dan kembali berfungsi normal. Kondisi ini pada umumnya sering diabaikan oleh pemilik kendaraan padahal kondisi misfire ini akan membuat motor mati kapan saja dan bisa membahayakan ketika sedang berkendara.

4. Mesin Pincang

Busi yang rusak bisa membuat motor kekurangan performa, khususnya pada motor yang memiliki lebih dari satu silinder. Kondisi ini pada umumnya motor akan mengalami pincang mesin karena salah satu silindernya tidak berfungsi, dan bisa dikenali dari suara mesin yang terdengar tidak halus.

5. Boros BBM

Pembakaran yang tidak sempurna akibat kondisi misfire yang dihasilkan oleh busi rusak bisa membuat endapan kotoran pada ujung insulator busi atau elektroda. Kondisi itu secara otomatis akan membuat pemakaian bahan bakar minyak (BBM) semakin boros.

Hal tersebut disebabkan percikan api yang dihasilkan sangat kecil, sehingga tidak bisa membakar secara sempurna.

Saran untuk menghindari kerusakan busi adalah dengan memeriksanya secara berkala dan melakukan penggantian setiap 6.000 kilometer. Pastikan juga menggunakan kode busi yang sesuai dengan motor saat melakukan penggantian. 

Dengan melakukan perawatan yang baik, busi dapat bekerja dengan optimal dan motor dapat berjalan dengan baik.

Bagikan artikel ini